Pengantar Alkitab

PENGANTAR Kitab Kejadian
Buku  Kejadian mengisahkan penciptaan alam semesta, asal-usul umat manusia, pangkal dosa dan penderitaan di dunia, serta bagaimana Allah berhubungan dengan manusia. Buku  Kejadian dapat dibagi ke dalam dua bagian yang penting:
1.  Pasal 1-11. Penciptaan alam semesta dan asal-usul umat manusia. Dalam bagian ini juga diceritakan tentang Adam dan Hawa, Kain dan Habel, Nuh dan banjir besar, serta Menara Babel.
2.  Pasal 12-50. Asal-usul nenek moyang bangsa Israel. Nenek moyang pertama ialah Abraham. Ia terkenal karena iman dan ketaatannya kepada Allah. Lalu menyusul sejarah Ishak anak Abraham, dan Yakub anak Ishak (Yakub disebut juga Israel). Kemudian sejarah kedua belas anak laki-laki Yakub. Merekalah yang menjadi pendiri kedua belas suku Israel. Penulis memberi perhatian khusus kepada salah seorang anak Yakub yang bernama Yusuf dan peristiwa-peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan Yakub bersama anak-anaknya dan keluarga mereka masing-masing pindah ke Mesir.
Meskipun buku ini mengisahkan tentang orang-orang di zaman awal, namun yang mendapat tekanan khusus ialah kisah tentang perbuatan-perbuatan Allah. Buku ini dimulai dengan penegasan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta, dan diakhiri dengan janji bahwa Allah akan tetap memperhatikan umat-Nya. Yang memegang peranan utama di seluruh buku ini adalah Allah yang menghakimi dan menghukum barangsiapa yang berbuat salah. Dia pula yang membimbing dan menolong umat-Nya serta membentuk sejarah mereka. Buku yang kuno ini ditulis untuk mencatat kisah tentang iman suatu bangsa dan juga untuk membantu agar iman itu tetap hidup.
Isi
Penciptaan alam semesta dan manusia 1:1–2:25
Pangkal dosa dan penderitaan 3:1-24
Dari Adam sampai Nuh 4:1–5:32
Nuh dan banjir besar 6:1–10:32
Menara Babel 11:1-9
Dari Sem sampai Abram 11:10-32
Para Kepala Keluarga: Abraham, Ishak, Yakub 12:1–35:29
Keturunan Esau 36:1-43
Yusuf dan saudara-saudaranya 37:1–45:28
Orang Israel di Mesir 46:1–50:26

PENGANTAR Kitab Keluaran
Nama  Keluaran diambil dari peristiwa pokok yang diceritakan dalam buku ini, yaitu keluarnya bangsa Israel dari Mesir, tempat mereka diperbudak. Dalam buku ini ada tiga bagian yang penting:
1. Pembebasan orang Ibrani dari perbudakan dan perjalanan mereka ke Gunung Sinai.
2. Perjanjian Allah dengan umat-Nya di Sinai. Kepada bangsa Israel diberikan hukum-hukum moral, sipil dan keagamaan untuk pedoman hidup.
3. Pembuatan tempat beribadat dengan segala peralatannya untuk bangsa Israel; peraturan-peraturan untuk para imam dan cara beribadat kepada Allah.
Buku ini terutama mengisahkan apa yang dilakukan Allah pada waktu Ia membebaskan umat-Nya yang diperbudak, lalu membina mereka menjadi suatu bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan.
Tokoh utama dalam buku ini adalah Musa, orang yang dipilih Allah untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah dalam Pasal 20.
Isi
Bangsa Israel dibebaskan dari Mesir 1:1–15:21
a. Perbudakan di Mesir 1:1-22
b. Kelahiran Musa dan masa hidupnya di Midian 2:1–4:31
c. Musa dan Harun menghadap raja Mesir 5:1–11:10
d. Paskah dan keberangkatan dari Mesir 12:1–15:21
Dari Laut Gelagah ke Gunung Sinai 15:22–18:27
Hukum-hukum Allah dan Perjanjian 19:1–24:18
Kemah TUHAN dan peraturan-peraturan ibadat 25:1–40:38

PENGANTAR Kitab Imamat
Buku  Imamat berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel di zaman dahulu. Juga untuk para imam yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
Yang menjadi pokok dalam buku ini ialah kesucian Allah, dan bagaimana manusia harus hidup dan beribadat supaya tetap mempunyai hubungan baik dengan TUHAN, Allah Israel.
Petikan yang paling terkenal dari buku ini ialah yang oleh Yesus disebut perintah utama yang kedua, “Cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri” (19:18).
Isi
Peraturan tentang kurban-kurban dan persembahan-persembahan 1:1–7:38
Harun dan anak-anaknya ditahbiskan menjadi imam 8:1–10:20
Peraturan tentang kebersihan 11:1–15:33
Hari Raya Pengampunan Dosa 16:1-34
Peraturan tentang ibadat dan hidup suci 17:1–27:34

PENGANTAR Kitab Bilangan
Buku   Bilangan  menceritakan tentang sejarah bangsa Israel selama hampir  empat puluh tahun, sejak mereka meninggalkan Gunung Sinai sampai  tiba di perbatasan timur Kanaan, yaitu negeri yang dijanjikan  Allah untuk diberikan kepada mereka. Nama   Bilangan  diambil dari peristiwa yang paling penting dalam buku ini,  yaitu sensus bangsa Israel. Sensus pertama diadakan oleh Musa di  Gunung Sinai sebelum bangsa itu berangkat, dan yang kedua ketika  mereka berada di wilayah bangsa Moab, di sebelah timur Sungai  Yordan, kira-kira satu angkatan kemudian. Dalam waktu antara  sensus yang pertama dan sensus yang kedua, bangsa Israel pergi ke  Kades-Barnea di perbatasan selatan Kanaan. Dari situ mereka  mencoba memasuki negeri Kanaan, tetapi tidak berhasil. Sesudah  bertahun-tahun lamanya tinggal di daerah sekitar Kades-Barnea  itu, mereka pergi ke wilayah di sebelah timur Sungai Yordan.  Sebagian dari bangsa itu menetap di sana, sedangkan yang lain  bersiap-siap menyeberangi sungai itu untuk masuk ke negeri Kanaan.
Buku   Bilangan  adalah kisah tentang suatu bangsa yang seringkali berkecil  hati dan takut menghadapi kesukaran-kesukaran. Mereka melanggar  perintah Allah dan tak mau menurut kepada Musa yang ditunjuk  TUHAN untuk memimpin mereka. Buku ini juga merupakan kisah  tentang bagaimana TUHAN dengan setia dan tekun memelihara  bangsa-Nya, walaupun mereka itu lemah dan tidak taat. Juga mengisahkan  tentang Musa, yang kadang-kadang kurang sabar, tetapi tetap  melayani TUHAN dan bangsa Israel dengan tabah.
Isi
Bangsa Israel bersiap-siap untuk meninggalkan Gunung Sinai 1:1–9:23
a. Sensus yang pertama 1:1–4:49
b. Berbagai hukum dan peraturan 5:1–8:26
c. Paskah yang kedua 9:1-23
Dari Gunung Sinai ke wilayah bangsa Moab 10:1–21:35
Kejadian-kejadian di Moab 22:1–32:42
Ringkasan perjalanan dari Mesir ke Moab 33:1-49
Perintah-perintah sebelum menyeberangi Sungai Yordan 33:50–36:13

PENGANTAR Kitab Ulangan
Buku   Ulangan  terdiri dari serangkaian pidato-pidato yang diucapkan Musa di  depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka  berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat  padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri  itu.
Beberapa pokok yang penting dari buku ini ialah:
1. Musa mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa-peristiwa besar selama 40 tahun yang terakhir. Ia mohon kepada bangsa Israel supaya mereka ingat bagaimana Allah memimpin mereka melalui padang gurun dan karena itu mereka harus taat dan setia kepada Allah.
2. Musa mengulangi Sepuluh Perintah Allah, dan ia menekankan arti Perintah yang Pertama. Ia minta dengan sangat supaya orang Israel beribadat kepada TUHAN saja. Lalu ia mengulangi beberapa hukum dan perintah yang mengatur kehidupan bangsa Israel di tanah yang sudah dijanjikan.
3. Musa mengingatkan bangsa Israel akan arti ikatan perjanjian Allah dengan mereka. Ia mendorong bangsa itu supaya membaharui kesediaan mereka untuk memenuhi kewajiban-kewajiban mereka.
4. Yosua ditunjuk sebagai pengganti Musa untuk memimpin umat Allah. Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian bagi kesetiaan TUHAN, dan mengucapkan berkat atas suku-suku Israel, Musa meninggal di Moab, di sebelah timur Sungai Yordan.
Tema pokok buku ini ialah bahwa Allah sudah menyelamatkan dan memberkati umat pilihan-Nya, bangsa yang dikasihi-Nya. Jadi bangsa Israel tak boleh lupa akan hal itu. Mereka harus mentaati Allah, supaya mereka tetap hidup dan terus diberkati.
Ayat-ayat yang paling penting dalam buku ini ialah 6:4-6. Ayat-ayat ini memuat kata-kata yang oleh Yesus disebut hukum yang terbesar, “Cintailah TUHAN Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkan itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu.”
Isi
Pidato yang pertama 1:1–4:49
Pidato yang kedua 5:1–26:19
a. Sepuluh Perintah Allah 5:1–10:22
b. Hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan nasihat-nasihat 11:1–26:19
Petunjuk-petunjuk untuk memasuki negeri Kanaan 27:1–28:68
Perjanjian dibaharui 29:1–30:20
Kata-kata terakhir 31:1–33:29
Kematian Musa 34:1-12

PENGANTAR Kitab Yosua
Buku   Yosua  adalah buku tentang kisah bangsa Israel ketika mereka merebut  negeri Kanaan di bawah pimpinan Yosua. Dialah yang menggantikan  Musa memimpin umat Israel. Peristiwa-peristiwa penting yang  dikisahkan di dalam buku ini ialah antara lain: penyeberangan  Sungai Yordan, jatuhnya Yerikho, pertempuran di Ai, dan  pengukuhan kembali perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. Salah  satu petikan terkenal dari buku ini ialah, “Ambillah keputusan  hari ini juga kepada siapa kalian mau berbakti … Tetapi kami —  saya dan keluarga saya — akan berbakti hanya kepada TUHAN.” (24:15)
Isi
Kanaan direbut 1:1–12:24
Tanah dibagi-bagi 13:1–21:45
a. Tanah di sebelah utara Sungai Yordan 13:1-33
b. Tanah di sebelah barat Sungai Yordan 14:1–19:51
c. Kota-kota suaka 20:1-9
d. Kota-kota untuk orang-orang Lewi 21:1-45
Suku-suku di bagian timur kembali ke wilayah mereka 22:1-34
Pidato Yosua sebelum ia meninggal 23:1-16
Perjanjian dikukuhkan kembali di Sikhem 24:1-33

PENGANTAR Kitab Hakim-hakim
Buku   Hakim-hakim  berisi kisah-kisah dari suatu zaman dalam sejarah Israel  sebelum bangsa itu menjadi suatu kerajaan. Itulah zaman antara  pendudukan Kanaan dan berdirinya kerajaan Israel. Kisah-kisah  tersebut adalah mengenai hal-hal yang dilakukan oleh  pahlawan-pahlawan bangsa. Mereka lazimnya disebut hakim, tetapi  kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah pemimpin-pemimpin militer,  dan bukan hakim menurut arti yang biasa. Salah seorang dari para  pahlawan itu, yang sangat terkenal, ialah Simson. Kisahnya  terdapat dalam pasal 13–16.
Ajaran utama dari buku ini ialah bahwa hanya dengan setia kepada Tuhan, umat Israel dapat bertahan terus; tetapi bila mereka meninggalkan Tuhan, mereka selalu mendapat kesukaran besar. Namun dalam masa yang demikian pun Allah selalu bersedia menolong umat-Nya apabila mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan beribadat kepada Allah.
Isi
Peristiwa-peristiwa yang terjadi sampai pada kematian Yosua 1:1–2:10
Pemimpin-pemimpin Israel 2:11–16:31
Berbagai-bagai peristiwa 17:1–21:25

PENGANTAR Kitab Rut
Kisah tentang   Rut  terjadi di tengah-tengah zaman kekerasan yang dikisahkan  dalam buku  Hakim-hakim. Rut adalah seorang wanita Moab yang menikah dengan seorang  Israel. Walaupun suaminya sudah meninggal, ia tetap menunjukkan  kesetiaannya terhadap ibu mertuanya yang berbangsa Israel itu,  dan selalu beribadat kepada Allah umat Israel. Pada akhir kisah  ini Rut mendapat seorang suami baru dari antara sanak saudara  mendiang suaminya. Melalui pernikahannya yang kedua ini Rut  menjadi nenek buyut Daud, raja Israel yang terbesar.
Kisah-kisah dalam buku Hakim-hakim menunjukkan kesukaran-kesukaran yang terjadi karena umat Allah meninggalkan Allah. Sebaliknya, kisah Rut menunjukkan berkat-berkat yang diberikan Allah kepada seorang asing yang meninggalkan agamanya untuk percaya kepada Allah Israel. Oleh sikapnya itu ia menjadi anggota umat Allah.
Isi
Naomi kembali ke Betlehem dengan Rut 1:1-22
Rut bertemu dengan Boas 2:1–3:18
Boas menikah dengan Rut 4:1-22

PENGANTAR Kitab I Samuel
Buku  I Samuel berisi sejarah Israel dalam masa peralihan dari zaman Hakim-hakim kepada zaman Raja-raja. Perubahan dalam kehidupan nasional di Israel itu khususnya berkisar pada tiga orang: Nabi Samuel, Raja Saul, dan Raja Daud. Pengalaman-pengalaman Daud di masa mudanya sebelum ia menjabat raja, terjalin erat dengan kisah Samuel dan Saul.
Pokok buku ini, sama seperti kisah-kisah lainnya dalam Perjanjian Lama, ialah bahwa orang akan berhasil kalau setia kepada Allah, dan celaka kalau mendurhaka. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam pasal 2:30 ketika TUHAN berkata kepada Imam Eli, “Yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi yang menghina Aku akan Kuhina.”
Dalam buku ini kita melihat perasaan yang berbeda-beda mengenai pembentukan kerajaan Israel. Memang TUHAN sendiri sudah dianggap raja di Israel, tetapi untuk menanggapi permohonan rakyat, Ia memilih seorang raja bagi mereka. Hal yang penting ialah bahwa baik raja maupun rakyat Israel hidup di bawah kedaulatan Allah, Hakim mereka (2:7-10). Di bawah hukum-hukum Allah, haruslah dijamin hak seluruh rakyat, kaya maupun miskin.
Isi
Samuel sebagai pemimpin Israel 1:1–7:17
Saul menjadi raja 8:1–10:27
Tahun-tahun pertama pemerintahan Saul 11:1–15:35
Daud dan Saul 16:1–30:31
Wafatnya Saul dan putra-putranya 31:1-13

PENGANTAR Kitab II Samuel
Buku   II Samuel  adalah sambungan dari Buku I Samuel.  Buku ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula  atas Yehuda di sebelah selatan Palestina (pasal 1-4), kemudian  atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (pasal 5-24).  Dalam buku ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun  di luar negeri. Daud digambarkan sebagai orang yang sangat  beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang  mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya. Tetapi ia digambarkan juga  sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan  melakukan dosa-dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya  dan cita-citanya. Tetapi ketika ia dihadapkan kepada dosa-dosanya  oleh Natan, nabi Allah, Daud mengakui dosa-dosanya itu dan dengan  rela menerima hukuman dari Allah.
Hidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel. Di zaman-zaman kemudian, bilamana ada musibah nasional, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang “putra Daud”. Artinya, seorang keturunan Daud yang akan bertindak seperti dia.
Isi
Pemerintahan Daud atas Yehuda 1:1–4:12
Pemerintahan Daud atas seluruh Israel 5:1–24:25
a. Tahun-tahun pertama 5:1–10:19
b. Daud dan Batsyeba 11:1–12:25
c. Musibah dan kesulitan-kesulitan 12:26–20:26
d. Tahun-tahun kemudian 21:1–24:25

PENGANTAR Kitab I Raja-raja
Buku I Raja-raja  merupakan lanjutan dari buku   Samuel  tentang sejarah pemerintahan raja-raja Israel. Sejarah yang  dimuat dalam buku ini dapat dibagi dalam tiga bagian: (1)  Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas  Israel dan Yehuda menggantikan Daud. (2) Pemerintahan Salomo dan  hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Rumah TUHAN di  Yerusalem. (3) Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan  kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua  kerajaan tersebut sampai pertengahan abad kesembilan Seb. Masehi.
Di dalam kedua buku Raja-raja,  setiap raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada   Tuhan;  dan keberhasilan bangsa adalah akibat dari kesetiaan  tersebut. Sebaliknya, penyembahan berhala dan ketidaktaatan  mengakibatkan bencana. Berdasarkan penilaian tersebut raja-raja  kerajaan utara semuanya gagal, sedangkan raja Yehuda ada yang  gagal, ada pula yang tidak.
Yang penting dalam I Raja-raja  ialah nabi-nabi   Tuhan.  Mereka adalah juru bicara Allah yang berani-berani. Mereka memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah. Yang menonjol ialah Elia, dan kisah tentang pertarungannya dengan imam-imam Baal (pasal 18).
Isi
Akhir pemerintahan Daud 1:1–2:12
Salomo menjadi raja 2:13-46
Pemerintahan Salomo 3:1–11:43
a. Tahun-tahun permulaan 3:1–4:34
b. Pembangunan Rumah TUHAN 5:1–8:66
c. Tahun-tahun terakhir 9:1–11:43
Kerajaan yang terpecah 12:1–22:54
a. Pemberontakan suku-suku utara 12:1–14:20
b. Raja-raja Yehuda dan Israel 14:21–16:34
c. Nabi Elia 17:1–19:21
d. Ahab, raja Israel 20:1–22:40
e. Yosafat raja Yehuda dan Ahazia raja Israel 22:41-54

PENGANTAR Kitab II Raja-raja
Buku II Raja-raja ini melanjutkan sejarah dari kedua kerajaan Israel yang kisahnya terputus pada akhir buku I Raja-raja. Buku ini terdiri dari dua bagian:
(1) Kisah sejarah dari kedua kerajaan itu mulai pertengahan abad kesembilan Seb. Masehi sampai jatuhnya Samaria dan berakhirnya kerajaan utara pada tahun 721 Seb. Masehi.
(2) Kisah sejarah kerajaan Yehuda mulai dari jatuhnya kerajaan Israel sampai pengepungan dan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel pada tahun 586 Seb. Masehi. Buku ini diakhiri dengan kisah tentang Gedalya, yang menjadi gubernur Yehuda di bawah kekuasaan bangsa Babel, dan tentang dibebaskannya Yoyakhin raja Yehuda dari penjara di Babel.
Bencana-bencana nasional itu terjadi karena raja-raja serta rakyat Israel dan Yehuda tidak setia kepada TUHAN. Hancurnya Yerusalem dan dibuangnya banyak orang Yehuda ke Babel merupakan salah satu titik balik yang besar dalam sejarah Israel.
Nabi yang menonjol dalam buku II Raja-raja ini ialah Elisa, pengganti Nabi Elia.
Isi
Kerajaan yang pecah 1:1–17:41
a. Nabi Elisa 1:1–8:15
b. Kerajaan Yehuda dan Israel 8:16–17:4
c. Jatuhnya Samaria 17:5-41
Kerajaan Yehuda 18:1–24:20
a. Dari Hizkia sampai Yosia 18:1–21:26
b. Pemerintahan Yosia 22:1–23:30
c. Raja-raja Yehuda yang terakhir 23:31–24:20
Jatuhnya Yerusalem 25:1-30

PENGANTAR Kitab I Tawarikh
Buku I dan II Tawarikh  sebagian besar berisi kejadian-kejadian yang telah  diceritakan dalam buku Samuel dan buku Raja-raja. Tetapi di dalam  buku Tawarikh kejadian-kejadian itu diceritakan dari segi  pandangan lain. Sejarah kerajaan Israel dalam buku Tawarikh  ditulis dengan dua maksud utama:
1. Untuk menunjukkan bahwa sekalipun kerajaan Israel dan Yehuda ditimpa kemalangan, namun Allah masih memegang janji-Nya kepada bangsa itu, dan melaksanakan rencana-Nya untuk umat-Nya melalui orang-orang yang tinggal di Yehuda. Penulis yakin mengenai hal itu karena ia ingat akan hal-hal besar yang telah dicapai oleh Daud dan Salomo, serta pembaruan-pembaruan yang diusahakan oleh Yosafat, Hizkia dan Yosia. Juga karena masih ada orang-orang yang tetap setia menyembah Allah.
2. Untuk menguraikan asal mula upacara ibadat di Rumah TUHAN di Yerusalem, terutama mengenai susunan jabatan imam dan orang-orang Lewi yang bertugas dalam upacara-upacara ibadat itu. Sekalipun Rumah TUHAN di Yerusalem itu dibangun oleh Salomo, namun di dalam buku Tawarikh ini Daud dikemukakan sebagai pendiri yang sesungguhnya dari Rumah TUHAN itu dan upacara-upacara ibadatnya.
Isi
Silsilah dan nama-nama 1:1–9:44
Wafatnya Saul 10:1-14
Pemerintahan Daud 11:1–29:30
a. Kesukaran-kesukaran yang dialaminya dan hal-hal yang dicapainya 11:1–22:1
b. Persiapan untuk pembangunan Rumah TUHAN 22:2–29:30

PENGANTAR Kitab II Tawarikh
Buku II Tawarikh  merupakan lanjutan buku I Tawarikh.  Buku ini mulai dengan kisah pemerintahan Raja Salomo sampai  wafatnya. Setelah mengemukakan kisah pemberontakan suku-suku  utara di bawah pimpinan Yerobeam melawan Raja Rehabeam, buku ini  hanya mengemukakan sejarah Yehuda, yaitu kerajaan selatan, sampai jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 Seb. Masehi.
Isi
Pemerintahan Salomo 1:1–9:31
a. Tahun-tahun pertama 1:1-17
b. Pembangunan Rumah TUHAN 2:1–7:10
c. Tahun-tahun kemudian 7:11–9:31
Pemberontakan suku-suku utara 10:1-19
Raja-raja Yehuda 11:1–36:12
Jatuhnya Yerusalem 36:13-23

PENGANTAR Kitab Ezra
Buku  Ezra adalah lanjutan dari buku  Tawarikh, dan menggambarkan keadaan bangsa Yahudi sehabis masa pembuangan di Babel. Setelah sebagian dari orang-orang buangan itu pulang ke Yerusalem, kehidupan dan ibadat bangsa Yahudi dipulihkan.
Peristiwa-peristiwa itu disajikan dalam babak-babak berikut:
1. Kelompok pertama orang-orang buangan Yahudi pulang dari Babel ke Yerusalem, sesuai dengan perintah Kores, raja Persia.
2. Rumah TUHAN di Yerusalem dibangun kembali dan ditahbiskan, dan ibadat dipulihkan.
3. Bertahun-tahun kemudian kelompok Yahudi lain kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Imam Ezra, seorang ahli hukum Allah. Ezra membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dalam bidang agama dan sosial, agar dapat melindungi warisan rohani Israel.
Isi
Pemulangan pertama dari tempat pembuangan 1:1–2:70
Rumah TUHAN dibangun kembali dan ditahbiskan 3:1–6:22
Ezra kembali bersama-sama dengan para buangan lain 7:1–10:44

PENGANTAR Kitab Nehemia
Buku   Nehemia  dapat dibagi dalam tiga bagian: (1) Kisah perbaikan  tembok-tembok Yerusalem di bawah pimpinan Nehemia yang diangkat  menjadi gubernur Yehuda oleh raja Persia. Nehemia juga menjalankan  bermacam-macam perubahan dalam bidang sosial dan agama. (2)  Pembacaan Hukum Allah yang dilakukan oleh Ezra secara khidmat,  dan pengakuan dosa oleh umat Israel. (3) Kegiatan-kegiatan lain  yang dilakukan Nehemia sebagai gubernur Yehuda.
Bagian yang menarik dalam buku ini ialah kisah yang menunjukkan betapa Nehemia bergantung kepada Allah dan betapa sering ia berdoa kepada-Nya.
Isi
Nehemia kembali ke Yerusalem 1:1–2:20
Tembok-tembok Yerusalem diperbaiki 3:1–7:73
Hukum TUHAN dibacakan dan perjanjian dengan Allah diperbaharui 8:1–10:39
Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan Nehemia 11:1–13:31

PENGANTAR Kitab Ester
Buku   Ester  mengisahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di istana raja  Persia, yang biasanya dipakai di musim dingin. Dalam buku ini  yang memegang peran utama ialah Ester, seorang wanita Yahudi yang  patut disebut pahlawan. Karena cintanya kepada bangsanya maka  dengan gagah berani ia menggagalkan rencana musuh yang hendak  membinasakan orang Yahudi. Buku ini menerangkan latar belakang  dan arti suatu perayaan Yahudi yang disebut Purim.
Isi
Ester menjadi ratu 1:1–2:23
Haman membuat rencana jahat 3:1–5:14
Haman dihukum mati 6:1–7:10
Orang Yahudi mengalahkan musuh mereka 8:1–10:3

PENGANTAR Kitab Ayub
Buku  Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub.
Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik.
Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu.
Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu.
Isi
Pendahuluan 1:1–2:13
Ayub dan teman-temannya 3:1–31:40
a. Keluhan Ayub 3:1-26
b. Percakapan pertama 4:1–14:22
c. Percakapan kedua 15:1–21:34
d. Percakapan ketiga 22:1–27:23
e. Pujian terhadap hikmat 28:1-28
f. Pernyataan Ayub yang terakhir 29:1–31:40
Wejangan Elihu 32:1–37:24
TUHAN menjawab Ayub 38:1–42:6
Penutup 42:7-17

PENGANTAR Kitab Mazmur
Buku   Mazmur  adalah bagian dari Alkitab yang merupakan buku nyanyian dan  buku doa. Buku ini dikarang oleh berbagai pujangga dalam waktu  yang lama sekali. Nyanyian-nyanyian dan doa-doa ini dikumpulkan  oleh orang Israel dan dipakai dalam ibadat mereka, lalu akhirnya  dimasukkan ke dalam Alkitab.
Sanjak-sanjak keagamaan ini bermacam ragam: ada nyanyian pujian dan ada nyanyian untuk menyembah Allah; ada doa mohon pertolongan, perlindungan dan penyelamatan; doa mohon ampun; nyanyian syukur atas berkat Allah, permohonan supaya musuh dihukum. Doa-doa ini ada yang bersifat pribadi, ada pula yang bersifat nasional. Beberapa di antaranya menggambarkan perasaan seseorang yang paling dalam, sedangkan lainnya menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh umat Allah.
Mazmur-mazmur dipakai oleh Yesus, dikutip oleh penulis-penulis Perjanjian Baru, dan menjadi buku ibadat yang sangat dihargai oleh Gereja Kristen sejak semula.
Isi
Ke-150 Mazmur dibagi dalam lima kelompok atau buku, sebagai berikut:
Buku Pertama : Mazmur 1–41
Buku Kedua   : Mazmur 42–72
Buku Ketiga  : Mazmur 73–89
Buku Keempat : Mazmur 90–106
Buku Kelima  : Mazmur 107–150

PENGANTAR Kitab Amsal
Buku  Amsal adalah suatu kumpulan ajaran tentang cara hidup yang baik. Ajaran-ajaran itu diungkapkan dalam bentuk petuah, peribahasa dan pepatah. Kebanyakan di antaranya menyangkut persoalan-persoalan yang timbul dalam hidup sehari-hari. Buku ini mulai dengan peringatan ini, “Untuk memperoleh pengetahuan, orang harus pertama-tama mempunyai rasa hormat dan takut kepada TUHAN.” Selain tentang cara-cara hidup yang baik, buku ini mengajar orang untuk memakai pikiran sehat dan bersopan santun. Peribahasanya banyak dan menunjukkan betapa dalamnya pengetahuan guru-guru Israel zaman dahulu mengenai sikap dan tindakan orang bijaksana dalam keadaan-keadaan tertentu. Petuah-petuah itu menyangkut berbagai bidang, termasuk hubungan dalam keluarga, urusan dagang, sopan santun dalam pergaulan, perlunya menguasai diri. Kecuali itu, buku ini banyak juga mengemukakan sifat-sifat yang baik, seperti misalnya: rendah hati, sabar, menghargai orang miskin dan setia kepada kawan.
Isi
Hikmat diagungkan 1:1–9:18
Petuah-petuah Salomo 10:1–29:27
Ucapan-ucapan Agur 30:1-33
Ucapan-ucapan Lemuel 31:1-9
Pujian kepada istri yang berbudi 31:10-31

PENGANTAR Kitab Pengkhotbah
Buku   Pengkhotbah  berisi buah pikiran dari ‘Sang Pemikir’. Ia merenungkan  dalam-dalam betapa singkatnya hidup manusia ini, yang penuh  pertentangan, ketidakadilan dan hal-hal yang sulit dimengerti.  Maka disimpulkannya bahwa “hidup itu sia-sia”. Ia tak dapat  memahami tindakan Allah dalam menentukan nasib manusia. Tetapi  meskipun demikian, dinasihatinya orang-orang untuk bekerja dengan  giat, dan untuk sebanyak mungkin dan selama mungkin menikmati  pemberian-pemberian Allah.
Kebanyakan dari buah pikiran Sang Pemikir itu bernada sumbang, bahkan putus asa. Tetapi kenyataan bahwa buku ini termasuk dalam Alkitab, menunjukkan bahwa iman yang mendasarkan Alkitab cukup luas untuk mempertimbangkan juga keragu-raguan dan keputusasaan semacam itu. Banyak orang yang telah membaca buku ini merasa terhibur, karena mereka seolah-olah melihat sifat-sifat mereka berdiri di dalam buku Pengkhotbah ini. Mereka pun sadar bahwa Alkitab yang mencerminkan pemikiran-pemikiran yang sumbang itu, juga memberi harapan tentang Allah, harapan yang memberi arti kehidupan yang sebenarnya.

PENGANTAR Kitab Kidung Agung
Kidung Agung  adalah kumpulan nyanyian cinta. Sebagian besar berupa  nyanyian bersahut-sahutan antara seorang pria dan seorang wanita.  Dalam beberapa terjemahan buku ini disebut   Nyanyian Salomo,  karena dalam ayat pertama Salomo disebut sebagai penciptanya.
Nyanyian-nyanyian ini oleh orang Yahudi sering diartikan sebagai hubungan antara Allah dan umat-Nya, dan oleh orang Kristen sebagai hubungan antara Kristus dan Gereja.
Isi
Nyanyian Pertama 1:1–2:7
Nyanyian Kedua 2:8–3:5
Nyanyian Ketiga 3:6–5:1
Nyanyian Keempat 5:2–6:3
Nyanyian Kelima 6:4–8:4
Nyanyian Keenam 8:5-14

PENGANTAR Kitab Yesaya
Buku ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan sebelum Masehi. Seluruhnya dapat dibagi dalam tiga bagian:
1. Pasal 1–39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
2. Pasal 40–55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Allah itu TUHAN yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang “Hamba TUHAN” merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
3. Pasal 56–66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.
Isi
Peringatan dan janji 1:1–12:6
Hukuman untuk bangsa-bangsa 13:1–23:18
Pengadilan Allah terhadap dunia 24:1–27:13
Peringatan lebih lanjut dan janji 28:1–35:10
Raja Hizkia dari Yehuda dan orang-orang Asyur 36:1–39:8
Pesan penuh janji dan harapan 40:1–55:13
Peringatan dan janji 56:1–66:24

PENGANTAR Kitab Yeremia
Nabi Yeremia hidup antara bagian terakhir abad ketujuh dan bagian pertama abad keenam Seb. Masehi. Lama sekali Yeremia bekerja sebagai nabi, dan selama waktu itu ia selalu memperingatkan umat Allah tentang bencana yang akan menimpa mereka karena mereka berdosa dan menyembah berhala. Nubuatan itu menjadi kenyataan pada masa Yeremia masih hidup: Nebukadnezar raja Babel merebut dan menghancurkan Yerusalem serta Rumah TUHAN yang ada di situ; raja Yehuda bersama rakyatnya diangkut ke Babel. Yeremia juga menubuatkan bahwa orang-orang itu akan kembali dari pembuangan dan keadaan bangsa Israel pulih kembali.
Buku Yeremia dapat dibagi dalam beberapa bagian seperti yang berikut ini:
(1) Pesan dari TUHAN kepada bangsa Yehuda dan penguasa-penguasanya pada masa pemerintahan Yosia, Yoyakim,  Yoyakhin, dan Zedekia.
(2) Petikan-petikan dari buku catatan Barukh sekretaris Yeremia, termasuk berbagai nubuatan dan peristiwa penting dalam kehidupan Yeremia.
(3) Pesan dari TUHAN tentang berbagai bangsa asing.
(4) Catatan pelengkap mengenai kisah jatuhnya Yerusalem dan pembuangan ke Babel.
Nabi Yeremia adalah seorang yang berperasaan halus. Ia sangat cinta kepada bangsanya, dan sama sekali tidak suka menubuatkan hukuman ke atas mereka. Di dalam beberapa bagian dari bukunya ia berbicara dengan penuh perasaan tentang penderitaannya karena ia dipanggil oleh Allah untuk menjadi nabi. Perkataan TUHAN adalah seperti api di dalam hatinya; mau tidak mau ia harus menyampaikannya kepada bangsanya.
Yang paling indah dalam buku ini ialah kata-kata TUHAN yang menunjuk kepada suatu masa yang akan datang. Pada masa itu akan ada suatu ikatan janji yang baru dengan Allah. Umat TUHAN akan mentaati janji itu tanpa ada guru yang mengingatkan mereka. Sebab janji itu akan tertulis di dalam hati mereka (31:31-34).
Isi
Panggilan Yeremia 1:1-19
Nubuat-nubuat selama pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia 2:1–25:38
Kejadian-kejadian dalam kehidupan Yeremia 26:1–45:5
Nubuat-nubuat terhadap bangsa-bangsa 46:1–51:64
Jatuhnya Yerusalem 52:1-34

PENGANTAR Kitab Ratapan
Buku   Ratapan  terdiri dari lima syair yang meratapi jatuhnya Yerusalem ke  tangan tentara Babel pada tahun 586 Sebelum Masehi, dan  kehancuran serta masa pembuangan sesudah itu.
Walaupun kitab ini pada umumnya bernada sedih, namun di dalamnya tampak juga segi kepercayaan kepada Allah dan harapan akan masa depan yang cerah. Syair-syair ini digunakan oleh orang Yahudi dalam ibadah mereka pada hari-hari khusus untuk berpuasa dan berkabung. Hari-hari khusus seperti itu diadakan setiap tahun untuk mengenang malapetaka yang menimpa bangsa itu pada tahun 586 Sebelum Masehi.
Isi
Penderitaan Yerusalem 1:1-22
Hukuman kepada Yerusalem 2:1-22
Hukuman dan harapan 3:1-66
Yerusalem runtuh 4:1-22
Doa mohon belas kasihan 5:1-22

PENGANTAR Kitab Yehezkiel
Nabi   Yehezkiel  tinggal dalam pembuangan di Babel, baik sebelum, maupun  sesudah jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 Sebelum Masehi.  Pesannya ditujukan kepada orang-orang yang dibuang di Babel dan  mereka yang tinggal di Yerusalem. Buku   Yehezkiel  dibagi dalam empat bagian yang penting yaitu:
(1) Peringatan kepada umat Israel bahwa Allah akan menghakimi mereka dan bahwa Yerusalem akan jatuh dan hancur.
(2) Pesan dari TUHAN bahwa Ia akan menghakimi bangsa-bangsa yang menindas dan menyesatkan umat-Nya.
(3) Penghiburan bagi Israel setelah jatuhnya Yerusalem, dan janji tentang masa depan yang cerah.
(4) Gambaran Yehezkiel tentang Rumah TUHAN dan bangsa yang diperbaharui.
Yehezkiel adalah orang yang teguh imannya dan hebat daya khayalnya. Sebagian besar dari pesannya didapatnya melalui penglihatan-penglihatan, dan dinyatakannya dengan perbuatan yang merupakan lambang yang jelas bagi bangsa Israel. Yehezkiel menekankan perlunya pembaharuan hati dan jiwa, serta tanggung jawab setiap orang atas dosa-dosanya sendiri. Ia juga menyatakan harapannya akan pembaharuan hidup bagi bangsa Israel. Sebagai imam dan juga selaku nabi, Yehezkiel memberi perhatian khusus kepada Rumah TUHAN dan pentingnya hidup menurut kehendak TUHAN.
Isi
Yehezkiel dipanggil menjadi nabi 1:1–3:27
Pesan-pesan tentang hukuman bagi Yerusalem 4:1–24:27
Penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa 25:1–32:32
Janji Allah kepada umat-Nya 33:1–37:28
Pesan tentang hukuman bagi Gog 38:1–39:29 Penglihatan tentang Rumah TUHAN dan tanah Israel di kemudian hari 40:1–48:35

PENGANTAR Kitab Daniel
Buku  Daniel ditulis pada waktu bangsa Yahudi sangat menderita karena dianiaya dan ditindas oleh seorang raja asing. Si penulis membesarkan hati bangsanya dengan berbagai cerita dan laporan tentang penglihatan-penglihatan. Ia memberikan mereka harapan bahwa Allah akan menjatuhkan si penjajah dan memulihkan kerajaan bagi umat Allah.
Buku ini berisi dua bagian yang terpenting: 1. Kisah tentang Daniel dan beberapa temannya sepembuangan; mereka mengalahkan musuh-musuh mereka hanya karena mereka percaya dan taat kepada Allah. Kisah-kisah itu terjadi di zaman kerajaan Babel dan Persia. 2. Sejumlah penglihatan yang dilihat oleh Daniel. Dalam bentuk perlambang, penglihatan-penglihatan itu menggambarkan berkembangnya dan jatuhnya berbagai negara berturut-turut mulai dengan Babel. Selain itu, diramalkan juga jatuhnya si penjajah yang tidak mengenal Allah itu, serta kemenangan umat Allah.
Isi
Daniel dan teman-temannya 1:1–6:28
Penglihatan-penglihatan yang dilihat Daniel 7:1–12:13
a. Empat binatang 7:1-28
b. Domba jantan dan kambing jantan 8:1–9:27
c. Pesan-pesan Surgawi 10:1–11:45
d. Akhir zaman 12:1-13

PENGANTAR Kitab Hosea
Hosea adalah nabi yang tampil sesudah Nabi Amos. Ia menyampaikan pesan TUHAN kepada orang-orang di Israel, kerajaan utara, pada masa yang sulit sebelum kerajaan itu jatuh pada tahun 721 Sebelum Masehi. Ia sangat prihatin memikirkan keadaan orang Israel, terutama karena mereka menyembah berhala dan tidak setia kepada TUHAN. Dengan terus terang Hosea menggambarkan ketidaksetiaan mereka itu berdasarkan keadaan rumah tangganya  sendiri yang hancur karena ketidaksetiaan istrinya. Sebagaimana  Gomer, istrinya, tidak setia kepadanya begitu pula umat Allah  tidak setia kepada TUHANnya. Karena perbuatan itu, Israel  dihukum. Sekalipun demikian, kasih TUHAN kepada umat-Nya tidak  akan hilang. Ia akan menerima mereka kembali dan memperbaiki  hubungan mereka dengan Dia. Cinta TUHAN itu dinyatakan dalam  kata-kata indah yang berikut ini, “Hai Israel, tak mungkin  engkau Kubiarkan atau Kutinggalkan! …. Tak tega hati-Ku  melakukan hal itu, karena cinta-Ku terlalu besar bagimu!” (11:8).
Isi
Perkawinan Hosea dan keadaan keluarganya 1:1–3:5
Tuduhan-tuduhan TUHAN terhadap Israel 4:1–13:16
Pesan pertobatan dan janji 14:1-9

PENGANTAR Kitab Yoël
Tentang Nabi Yoël sedikit sekali keterangan yang terkumpul, sehingga tidak jelas dalam tahun berapa ia hidup. Tetapi nampaknya buku ini ditulis di antara abad kelima dan keempat Sebelum Masehi, pada masa kekuasaan kerajaan Persia. Nabi Yoël menceritakan tentang datangnya kawanan belalang yang merusakkan segala tumbuhan dan musim kemarau yang hebat sekali di Palestina. Malapetaka itu diartikan Nabi Yoël sebagai pertanda datangnya Hari TUHAN, yaitu saat TUHAN menghukum siapa saja yang melawan kehendak-Nya. Nabi Yoël menyampaikan pesan Allah kepada bangsa Israel supaya bertobat, dan juga janji Allah untuk memberkati umat-Nya dan memulihkan kemakmuran-Nya. Satu hal yang penting ialah janji bahwa Allah akan memberikan roh-Nya kepada setiap orang, baik wanita maupun pria, tua maupun muda. (Yoël 2:28-32, Kisah Rasul-rasul 2:17-21).
Isi
Bencana belalang 1:1–2:17
Janji TUHAN untuk memulihkan kemakmuran umat-Nya 2:18-27
Hari TUHAN 2:28–3:21

PENGANTAR Kitab Amos
Amos adalah nabi pertama dalam Alkitab yang pesannya dicatat secara terperinci. Ia berasal dari sebuah kota di Yehuda, tetapi ia berkhotbah kepada orang-orang Israel di kerajaan utara sekitar pertengahan abad kedelapan Sebelum Masehi. Pada masa itu banyak orang hidup makmur, ibadah dipentingkan, dan negeri Israel nampaknya damai. Tapi Amos melihat bahwa yang mengecap kemakmuran hanyalah para hartawan yang memperkaya diri dengan hasil penindasan dan ketidakadilan terhadap orang miskin. Orang menjalankan ibadah dengan hati yang tidak tulus, dan keadaan damai hanya tampak dari luar. Dengan berani dan penuh semangat, Amos menyampaikan pesan bahwa Allah akan menghukum bangsa Israel. Amos menyerukan agar keadilan “mengalir seperti air”. Ia berkata, “Mungkin TUHAN akan mengasihani orang-orang yang tersisa dari bangsa Israel” (5:15).
Isi
Hukuman atas negara-negara tetangga Israel 1:1–2:5
Hukuman atas Israel 2:6–6:14
Lima penglihatan 7:1–9:15

PENGANTAR Kitab Obaja
Buku yang pendek ini ditulis entah kapan sesudah kota Yerusalem jatuh pada tahun 586 Sebelum Masehi. Edom musuh bebuyutan bangsa Yehuda, senang sekali; mereka bahkan merampok Yerusalem dan membantu musuh. Nabi Obaja meramalkan bahwa bangsa Edom akan dihukum dan ditaklukkan seperti bangsa-bangsa lain yang memusuhi Israel.
Isi
Edom dihukum 1-14
Hari TUHAN 15-21

PENGANTAR Kitab Yunus
Buku ini berbeda dengan buku-buku nabi lainnya di Alkitab, karena tidak berisi pesan sang nabi, melainkan menceritakan pengalaman Nabi Yunus, ketika ia mencoba menghindari perintah Allah. Allah menyuruh dia pergi ke kota Niniwe, ibukota kerajaan Asyur, musuh Israel. Tetapi Yunus tidak mau pergi ke kota itu untuk menyampaikan pesan Allah, karena ia yakin bahwa kalau orang Niniwe berhenti berbuat dosa, Allah tidak akan menjalankan rencana-Nya untuk menghancurkan kota itu. Akhirnya, setelah beberapa kejadian yang mengesankan, Yunus mentaati perintah TUHAN, tetapi kemudian ia mendongkol, karena Niniwe tidak jadi dihancurkan.
Buku   Yunus  melukiskan bagaimana Allah berkuasa mutlak atas ciptaan-Nya.  Tetapi lebih-lebih, buku ini menggambarkan Allah Yang  Mahapenyayang dan pengampun, Allah yang lebih suka mengampuni dan  menyelamatkan suatu bangsa daripada menghukum dan  menghancurkannya, biarpun bangsa itu musuh umat-Nya sendiri.
Isi
Yunus dipanggil, tetapi ia tidak taat 1:1-17
Yunus menyesal dan diselamatkan 2:1-10
Ancaman yang disampaikan Yunus terhadap Niniwe 3:1-10
Pengampunan Allah kepada Niniwe 4:1-11

PENGANTAR Kitab Mikha
Nabi Mikha, yang hidup sezaman dengan Yesaya, berasal dari sebuah desa di Yehuda, di kerajaan selatan. Ia sangat yakin bahwa Yehuda akan menghadapi bencana nasional seperti yang diumumkan oleh Amos tentang kerajaan utara. Mikha mengemukakan bahwa Allah pasti menghukum bangsa Yehuda juga karena mereka kejam dan tidak adil terhadap sesamanya. Tetapi dalam khotbah Mikha terdapat tanda-tanda yang lebih jelas dan terang tentang harapan untuk masa depan.
Bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam buku ini ialah: gambaran tentang kedamaian di seluruh dunia di bawah pimpinan Allah (4:1-4); ramalan tentang raja besar yang akan muncul dari keturunan Daud dan yang membawa kedamaian kepada bangsa Yehuda (5:2-4); dan, dalam satu ayat (6:8), ringkasan dari semua yang hendak dikatakan oleh nabi-nabi Israel, yaitu: “Yang dituntut TUHAN dari kita ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita.”
Isi
Hukuman atas Israel dan Yehuda 1:1–3:12
Pemulihan dan kedamaian 4:1–5:15
Peringatan dan harapan 6:1–7:20

PENGANTAR Kitab Nahum
Buku   Nabi Nahum  ditulis untuk memperingati jatuhnya kota Niniwe, ibukota  bangsa Asyur, musuh bebuyutan Israel. Peristiwa itu terjadi  menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi dan dianggap sebagai  hukuman Allah atas bangsa yang kejam dan angkuh itu.
Isi
Hukuman terhadap Niniwe 1:1-15
Jatuhnya Niniwe 2:1–3:19

PENGANTAR Kitab Habakuk
Nabi Habakuk menyampaikan pesan-pesannya menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi, pada masa kekuasaan kerajaan Babel. Ia sangat prihatin melihat kekerasan yang dilakukan oleh bangsa yang kejam itu, maka ia bertanya kepada TUHAN, “Bagaimana Engkau dapat tahan melihat orang-orang jahat yang kejam itu? Bukankah Engkau terlalu suci untuk memandang kejahatan? Bukankah Engkau merasa muak melihat ketidakadilan? Jadi, mengapa Engkau diam saja ketika orang yang saleh dihancurkan oleh pendurhaka?” (1:13).
TUHAN menjawab bahwa Ia akan bertindak pada waktu yang ditentukan-Nya sendiri, dan sementara itu harus diingat bahwa, “Orang yang jahat tidak akan selamat, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah akan hidup karena kesetiaannya kepada Allah” (2:4).
Bagian yang terakhir dari buku ini berisi ramalan tentang kehancuran bagi mereka yang tidak taat kepada perintah TUHAN. Dan di dalam bagian yang terakhir itu diselipkan nyanyian pujian bagi kebesaran Allah. Di dalam pujian itu tergambar juga iman yang teguh dari sang nabi.
Isi
Keluhan Habakuk dan jawaban-jawaban TUHAN 1:1–2:4
Kutuk atas orang-orang yang tidak taat kepada perintah TUHAN 2:5-20
Doa Habakuk 3:1-19

PENGANTAR Kitab Zefanya
Zefanya  adalah seorang nabi yang menyampaikan pesannya pada tahun-tahun terakhir dari abad ketujuh Sebelum Masehi, kira-kira dalam dasawarsa sebelum Raja Yosia mengadakan perbaikan-perbaikan  di bidang agama pada tahun 621 Sebelum Masehi.
Pokok buku ini senada dengan pokok buku-buku nabi yang lain, yaitu: ancaman mengenai datangnya hari malapetaka dan kehancuran, sebagai hukuman atas pemujaan dewa-dewa oleh bangsa Yehuda. Bangsa-bangsa yang lain juga akan dihukum oleh TUHAN. Tetapi meskipun Yerusalem dihancurkan, akan tiba saatnya kota itu dibangun kembali dan dihuni oleh orang-orang yang jujur dan taat kepada TUHAN.
Isi
Hari penghakiman TUHAN 1:1–2:3
Kutukan atas negara-negara tetangga Yehuda 2:4-15
Yerusalem dihukum dan diselamatkan 3:1-20

PENGANTAR Kitab Hagai
Buku   Hagai  adalah kumpulan pesan-pesan Allah yang disampaikan oleh Nabi  Hagai pada tahun 520 Sebelum Masehi. Pada waktu itu orang Israel  telah kembali dari pembuangan di Babel. Tetapi meskipun mereka  telah tinggal beberapa tahun di Yerusalem, Rumah TUHAN masih saja  merupakan puing-puing. Dalam pesan-pesan itu Allah mendesak para  pemimpin bangsa Israel untuk membangun kembali Rumah TUHAN. Allah  juga berjanji akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada  umat Israel yang telah diperbaharui dan disucikan.
Isi
Perintah supaya membangun kembali Rumah TUHAN 1:1-15
Pesan-pesan yang memberi penghiburan dan pengharapan 2:1-23

PENGANTAR Kitab Zakharia
Buku   Zakharia  terdiri dari dua bagian yang berbeda: (1) Pasal 1-8 berisi  ramalan-ramalan Nabi Zakharia yang diucapkannya antara tahun 520  dan tahun 518 Sebelum Masehi. Ramalan-ramalan itu kebanyakan  dinyatakan dalam bentuk penglihatan-penglihatan, dan membicarakan  perbaikan Yerusalem, pembangunan kembali Rumah TUHAN, serta  penyucian umat Allah. Zakharia meramalkan juga masa kedatangan  Raja yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya. (2) Pasal 9-14  merupakan kumpulan pesan-pesan yang diucapkan pada masa-masa yang  lebih kemudian. Di sini dibicarakan Juruselamat yang akan datang  ke dunia, dan penghakiman terakhir.
Isi
Pesan-pesan yang berisi peringatan dan pengharapan 1:1–8:23
Penghakiman terhadap negeri-negeri tetangga Israel 9:1-8
Kemakmuran dan kesejahteraan di masa mendatang 9:9–14:21

PENGANTAR Kitab Maleakhi
Buku   Maleakhi  ditulis dalam abad kelima Sebelum Masehi, sesudah Rumah Allah  di Yerusalem dibangun kembali. Buku ini terutama dimaksudkan  untuk mendorong para imam dan rakyat supaya membaharui kesetiaan  mereka kepada perjanjian dengan TUHAN.
Sudah jelas bahwa ada kemerosotan dalam kehidupan dan cara beribadat umat Allah. Para imam dan rakyat menipu TUHAN: Mereka tidak memberikan kepada TUHAN apa yang harus mereka persembahkan kepada-Nya dan tidak hidup sesuai dengan ajaran-Nya.
Tetapi TUHAN akan datang untuk mengadili dan menyucikan umat-Nya. Ia akan mengirim utusan-Nya untuk menyiapkan jalan dan mewartakan perjanjian TUHAN.
Isi
Dosa-dosa Israel 1:1–2:16
Pengadilan TUHAN dan belas kasihan-Nya 2:17–4:6

PENGANTAR Kitab Matius
Buku  Matius menyampaikan kepada kita Kabar Baik bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah. Melalui Yesus itulah Allah menepati apa yang telah dijanjikan-Nya di dalam Perjanjian Lama kepada umat-Nya. Sekalipun Yesus lahir dari orang Yahudi dan hidup sebagai orang Yahudi, namun Kabar Baik itu bukanlah hanya untuk bangsa Yahudi saja melainkan untuk seluruh dunia.
Buku  Matius ini disusun secara teratur; mulai dengan kelahiran Yesus, kemudian mengenai baptisan dan godaan yang dialami-Nya, lalu mengenai karya-Nya di Galilea. Di situ Ia berkhotbah, mengajar dan menyembuhkan orang. Setelah itu buku ini mengisahkan perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem, dan apa yang terjadi dengan Yesus dalam minggu terakhir hidup-Nya di dunia ini yang memuncak pada kematian dan kebangkitan-Nya.
Salah satu hal yang dititikberatkan oleh Matius ialah bahwa Yesus adalah Guru yang besar, yang mengajar bahwa Allah memerintah sebagai Raja. Yesus juga mempunyai wibawa untuk menjelaskan arti dari Hukum Allah. Kebanyakan dari ajaran-ajaran Yesus itu dikelompokkan menurut pokok-pokoknya. Ada lima kelompok: (1) Khotbah di Bukit yang menyangkut sikap, kewajiban, hak-hak, dan tujuan hidup para anggota umat Allah (pasal 5-7); (2) petunjuk-petunjuk kepada kedua belas pengikut Yesus untuk melaksanakan tugas (pasal 10); (3) perumpamaan-perumpamaan tentang keadaan waktu Allah memerintah sebagai Raja (pasal 13); (4) ajaran mengenai makna menjadi pengikut Yesus (pasal 18); dan (5) ajaran tentang akhir zaman dan tentang kedatangan Anak Manusia (pasal 24-25).
Isi
Daftar asal-usul Yesus Kristus dan kelahiran-Nya 1:1–2:23
Pekerjaan Yohanes Pembaptis 3:1-12
Baptisan dan godaan terhadap Yesus 3:13–4:11
Pelayanan Yesus di tengah-tengah masyarakat Galilea 4:12–18:35
Dari Galilea ke Yerusalem 19:1–20:34
Minggu terakhir di Yerusalem dan sekitarnya 21:1–27:66
Kebangkitan Yesus dan penampakan diri-Nya 28:1-20

PENGANTAR Kitab Markus
Buku Kabar Baik oleh   Markus  dimulai dengan pernyataan: “Inilah Kabar Baik tentang Yesus  Kristus, Anak Allah”. Dalam Kabar Baik itu Yesus ditampilkan  sebagai seorang yang banyak bertindak dan yang berwibawa.  Kewibawaan-Nya nyata dalam cara Ia mengajar, dalam kuasa-Nya  terhadap roh-roh jahat, dan dalam mengampuni dosa. Yesus  menampilkan diri-Nya sebagai Anak Manusia yang memberikan  nyawa-Nya supaya manusia dibebaskan dari dosa.
Cerita tentang Yesus dalam buku ini disampaikan secara hidup dan terus terang. Perbuatan-perbuatan-Nya lebih banyak ditekankan daripada perkataan dan ajaran-Nya. Setelah kata-kata pendahuluan yang singkat mengenai Yohanes Pembaptis dan mengenai baptisan Yesus serta cobaan terhadap diri-Nya, buku   Markus  ini langsung menceritakan pelayanan Yesus, khususnya tentang penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan-Nya dan tentang pengajaran-Nya. Pasal-pasal terakhir memuat cerita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada minggu terakhir dalam hidup Tuhan Yesus di dunia ini, terutama tentang penyaliban diri-Nya dan kebangkitan-Nya dari kematian.
Kedua bagian akhir dari buku   Markus, yang dimasukkan dalam tanda kurung besar, umumnya dianggap  bukan tulisan penulis buku   Markus, melainkan seorang yang lain.
Isi
Pendahuluan 1:1-13
Pelayanan Yesus di tengah-tengah masyarakat di Galilea 1:14–9:50
Dari Galilea ke Yerusalem 10:1-52
Minggu terakhir di Yerusalem dan sekitarnya 11:1–15:47
Kebangkitan Yesus 16:1-8
Penampakan dan terangkatnya Yesus ke surga 16:9-20

PENGANTAR Kitab Lukas
Buku Kabar Baik oleh  Lukas mengemukakan Yesus sebagai Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah untuk Israel dan untuk seluruh umat manusia. Dalam bukunya ini Lukas menulis bahwa Yesus telah diberi tugas oleh Roh Tuhan untuk menyiarkan Kabar Baik dari Allah kepada orang miskin. Kabar Baik ini penuh dengan perhatian terhadap orang-orang dengan berbagai-bagai kebutuhan. Nampak pula suatu nada sukacita dalam buku  Lukas ini, terutama pada pasal-pasal pertama mengenai kedatangan Yesus, kemudian pada bagian penutupnya juga mengenai terangkatnya Yesus naik ke surga. Kisah tentang tumbuhnya dan tersebarnya agama Kristen setelah Yesus naik ke surga diceritakan juga oleh penulis buku ini di dalam buku  Kisah Rasul-rasul.
Bagian 2 dan 6 (lihat Isi buku di bawah ini) berisi banyak unsur cerita yang hanya terdapat dalam buku Kabar Baik ini. Misalnya, cerita tentang nyanyian para malaikat serta kunjungan para gembala pada saat kelahiran Yesus, Yesus di Rumah Tuhan ketika masih anak-anak, dan juga perumpamaan tentang Orang Samaria yang baik hati dan Anak yang hilang. Buku ini sangat menekankan juga hal doa, Roh Allah, peranan wanita dalam pelayanan Yesus dan pengampunan dosa oleh Allah.
Isi
Pendahuluan 1:1-4
Kelahiran dan masa kanak-kanak dari Yohanes Pembaptis dan Yesus 1:5–2:52
Pelayanan Yohanes Pembaptis 3:1-20
Baptisan Yesus dan cobaan terhadap diri-Nya 3:21–4:13
Pelayanan Yesus di tengah-tengah masyarakat Galilea 4:14–9:50
Dari Galilea ke Yerusalem 9:51–19:27
Minggu terakhir di Yerusalem dan sekitarnya 19:28–23:56
Kebangkitan Yesus dari kematian, penampakan diri-Nya dan terangkat-Nya ke surga 24:1-53

PENGANTAR Kitab Yohanes
Dalam Kabar Baik yang disampaikan oleh  Yohanes ini, Yesus dikemukakan sebagai Sabda Allah yang abadi yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Seperti yang dikatakan dalam buku ini, Kabar Baik ini ditulis dengan maksud supaya para pembacanya dapat percaya bahwa Yesuslah Raja Penyelamat yang dijanjikan — Ia Anak Allah sendiri. Juga supaya melalui percaya kepada-Nya mereka memperoleh hidup (20:31).
Setelah pendahuluan yang mengemukakan bahwa Sabda Allah yang abadi itu adalah Yesus, bagian pertama buku ini mengisahkan berbagai keajaiban yang dibuat oleh-Nya. Keajaiban-keajaiban itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan, Ia Anak Allah. Masing-masing kisah mengenai keajaiban disertai oleh percakapan-percakapan antara Tuhan Yesus dengan orang-orang. Dari percakapan-percakapan itu jelaslah apa yang diungkapkan oleh keajaiban-keajaiban itu. Di dalam bagian ini dikemukakan bahwa ada orang yang percaya kepada Yesus dan menjadi pengikut-Nya, tetapi ada pula yang menentang Dia dan tidak mau percaya kepada-Nya. Pasal 13–17 mencatat secara panjang lebar bagaimana akrabnya Yesus dengan pengikut-pengikut-Nya pada malam ketika Ia hendak ditangkap, dan bagaimana Ia mempersiapkan serta menguatkan hati mereka pada malam itu. Pasal-pasal terakhir menguraikan tentang bagaimana Yesus ditangkap dan diadili, bagaimana Ia disalibkan, mati dan bangkit kembali, dan bagaimana Ia memperlihatkan diri-Nya kepada para pengikut-Nya setelah Ia hidup kembali.
Cerita tentang wanita yang tertangkap basah sedang berbuat zinah (8:1-11), dimasukkan antara tanda kurung besar karena banyak naskah dan terjemahan-terjemahan zaman dahulu tidak memuat cerita itu, sedangkan yang lain-lainnya memuatnya di berbagai tempat.
Dalam bukunya ini Yohanes menitikberatkan pemberian, yaitu hidup sejati dan kekal, yang diberikan Allah melalui Kristus. Pemberian itu sudah mulai di dunia, dan dapat dialami oleh orang-orang yang menerima Yesus sebagai jalan kepada Allah, sebagai yang menyatakan Allah, dan sebagai pemberi hidup. Ciri khas Yohanes ialah kiasan-kiasan yang diambilnya dari hal-hal sehari-hari untuk menunjukkan kebenaran-kebenaran rohani, misalnya: air, roti, terang, gembala dan dombanya, pohon anggur dan buahnya.
Isi
Pendahuluan 1:1-18
Yohanes Pembaptis dan orang-orang yang pertama-tama menjadi pengikut Yesus 1:19-51
Pelayanan Yesus di tengah-tengah masyarakat 2:1–12:50
Hari-hari terakhir di Yerusalem dan dekat Yerusalem 13:1–19:42
Kebangkitan Yesus dan penampakan diri-Nya 20:1-31
Penutup: suatu penampakan diri lagi di Galilea 21:1-25

PENGANTAR Kitab Kisah Para Rasul
Kisah Rasul-rasul  adalah lanjutan buku Kabar Baik yang disampaikan oleh Lukas.  Tujuan utama   Kisah Rasul-rasul  ini ialah menguraikan mengenai bagaimana pengikut-pengikut  Yesus — dengan pimpinan Roh Allah — menyebarkan Kabar Baik  tentang Yesus “di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan  sampai ke ujung bumi” (1:8). Buku ini adalah cerita tentang  pergerakan Kristen yang dimulai di antara orang Yahudi lalu  meluas menjadi suatu agama untuk seluruh dunia. Penulis buku ini  merasa perlu pula meyakinkan para pembacanya bahwa orang-orang  Kristen bukanlah suatu bahaya politik subversif terhadap kerajaan  Roma, tetapi bahwa agama Kristen merupakan penyempurnaan agama  Yahudi.
Kisah Rasul-rasul  bisa dibagi dalam tiga bagian. Di dalam ketiga bagian itu  nampak meluasnya wilayah di mana Kabar Baik tentang Yesus  disiarkan dan gereja didirikan: (1) permulaan pergerakan Kristen  di Yerusalem setelah Yesus terangkat naik ke surga; (2) perluasan  ke daerah-daerah lain di Palestina; dan (3) perluasan yang lebih  besar lagi ke negeri-negeri di sekitar Laut Tengah sampai sejauh  Roma.
Satu hal yang khas dan penting dalam buku   Kisah Rasul-rasul ini ialah pekerjaan Roh Allah yang datang dengan kuasa ke  atas orang-orang percaya di Yerusalem pada hari Pentakosta. Di  dalam seluruh peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam buku ini  nyatalah bahwa Roh Allah itu terus-menerus memimpin dan  menguatkan gereja beserta pemimpin-pemimpinnya. Berita yang  diajarkan oleh agama Kristen pada masa-masa permulaan ini  diringkaskan dalam sejumlah khotbah. Peristiwa-peristiwa yang  dicatat dalam buku ini menunjukkan pula betapa berkuasanya berita  itu di dalam kehidupan orang-orang Kristen dan di dalam ikatan  persaudaraan gereja.
Isi
Persiapan untuk pemberitaan 1:1-26
a. Perintah yang terakhir dan janji dari Tuhan Yesus 1:1-14
b. Pengganti Yudas 1:15-26
Pemberitaan di Yerusalem 2:1–8:3
Pemberitaan di Yudea dan Samaria 8:4–12:25
Pelayanan Paulus 13:1–28:31
a. Perjalanan pertama untuk penyebaran Kabar Baik 13:1–14:28
b. Musyawarah di Yerusalem 15:1-35
c. Perjalanan kedua untuk penyebaran Kabar Baik 15:36–18:22
d. Perjalanan ketiga untuk penyebaran Kabar Baik 18:23–21:16
e. Paulus sebagai tahanan di Yerusalem, Kaisarea, dan Roma 21:17–28:31

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Jemaat di Roma
Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma ditulis untuk mempersiapkan mereka terhadap kunjungannya kepada mereka. Menurut rencana, Paulus akan bekerja sementara waktu di antara orang-orang Kristen di sana, kemudian dengan bantuan mereka, ia ingin pergi ke Spanyol. Paulus menulis surat ini untuk menjelaskan pengertiannya tentang agama Kristen dan tuntutan-tuntutannya yang praktis untuk kehidupan orang-orang Kristen.
Setelah menyampaikan salamnya kepada orang-orang dalam jemaat di Roma, dan memberitahukan kepada mereka tentang doanya bagi mereka, Paulus mengemukakan tema suratnya ini: “Dengan Kabar Baik itu Allah menunjukkan bagaimana caranya hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali; caranya ialah dengan percaya kepada Allah, dari mula sampai akhir” (1:17).
Setelah itu Paulus menguraikan temanya itu. Semua orang — baik Yahudi maupun bukan Yahudi — perlu diperbaiki hubungannya dengan Allah, sebab semuanya sama-sama berada dalam kekuasaan dosa. Hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus. Kemudian Paulus menguraikan tentang hidup baru yang dialami oleh manusia kalau bersatu dengan Kristus. Hidup baru itu tumbuh karena adanya hubungan yang baru dengan Allah. Orang yang sudah percaya kepada Yesus, hidup damai dengan Allah, dan Roh Allah membebaskan dia dari kekuasaan dosa dan kematian. Dalam pasal 5-8 Paulus menjelaskan juga tujuan Hukum-hukum Allah dan kuasa Roh Allah di dalam kehidupan orang percaya. Kemudian Paulus menjelaskan bahwa orang Yahudi dan bukan Yahudi termasuk dalam rencana Allah untuk umat manusia. Paulus menyimpulkan bahwa penolakan Yesus oleh orang Yahudi sudah termasuk dalam rencana Allah untuk menolong manusia berdasarkan rahmat-Nya melalui Yesus Kristus. Paulus yakin bahwa orang Yahudi tidak selalu akan menolak Yesus. Akhirnya Paulus menulis tentang bagaimana orang harus hidup sebagai orang Kristen, terutama sekali tentang caranya mempraktekkan kasih dalam hubungan dengan orang-orang lain. Untuk itu Paulus memilih pokok-pokok seperti berikut ini: melayani Allah, kewajiban orang Kristen terhadap negara dan sesama orang Kristen, dan berbagai-bagai persoalan yang menyangkut hati nurani. Paulus menutup suratnya ini dengan pesan-pesan pribadi dan puji-pujian kepada Allah.
Isi
Pendahuluan dan tema 1:1-17
Kebutuhan manusia akan keselamatan 1:18–3:20
Jalan keselamatan dari Allah 3:21–4:25
Hidup baru karena bersatu dengan Kristus 5:1–8:39
Israel dalam rencana Allah 9:1–11:36
Kelakuan Kristen 12:1–15:13
Penutup dan salam pribadi 15:14–16:27

PENGANTAR Kitab Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus
Surat Paulus Yang Pertama Kepada Jemaat di Korintus  ditulis untuk membahas persoalan-persoalan yang timbul di dalam jemaat yang telah didirikan oleh Paulus di Korintus itu. Persoalan-persoalan tersebut adalah mengenai kehidupan dan kepercayaan Kristen. Pada waktu itu Korintus adalah sebuah kota Yunani, ibukota provinsi Akhaya yang termasuk wilayah pemerintahan Roma. Kota ini, yang penduduknya terdiri dari banyak macam bangsa, terkenal karena kemajuannya dalam perdagangan, kebudayaannya yang tinggi, tetapi juga karena keadaan susilanya yang rendah dan karena adanya bermacam-macam agama di situ.
Yang terutama menjadi pikiran Rasul Paulus ialah persoalan tentang perpecahan dan kebejatan di dalam jemaat, dan tentang persoalan-persoalan seks dan perkawinan, persoalan hati nurani, tata tertib dalam jemaat, karunia-karunia Roh Allah, dan tentang bangkitnya orang mati. Dengan pandangan yang dalam, Paulus menunjukkan bagaimana Kabar Baik dari Allah itu menyoroti persoalan-persoalan tersebut.
Pasal 13 melukiskan ciri-ciri kasih yang sejati. Pasal ini mungkin merupakan pasal yang paling terkenal di antara semua pasal lainnya di buku ini.
Isi
Pendahuluan 1:1-9
Keretakan dalam gereja 1:10–4:21
Soal seks dan kehidupan keluarga 5:1–7:40
Orang Kristen dan orang yang tidak menyembah Allah 8:1–11:1
Kehidupan jemaat dan ibadah 11:2–14:40
Perihal bangkitnya Kristus dan orang-orang Kristen dari kematian 15:1-58
Sumbangan untuk orang-orang Kristen di Yudea 16:1-4
Hal-hal pribadi dan penutup 16:5-24

PENGANTAR Kitab Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus
Surat Paulus Yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus  ditulis pada masa yang sulit dalam hubungan Paulus dengan jemaat itu. Ada anggota-anggota dari jemaat itu yang rupanya telah menyerang Paulus dengan keras, tetapi Paulus menunjukkan bahwa ia ingin sekali berbaik. Ia memperlihatkan kegembiraannya ketika hal itu terjadi.
Dalam bagian pertama suratnya ini Paulus menguraikan tentang hubungannya dengan jemaat di Korintus. Ia menjelaskan di situ mengapa ia mengecam dengan keras perlawanan dan celaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh jemaat itu. Setelah mengemukakan hal itu, ia selanjutnya menyatakan kegembiraannya bahwa kecamannya yang keras itu sudah menghasilkan pertobatan dan kerukunan. Kemudian ia mengajak supaya jemaat itu mengumpulkan sumbangan untuk menolong orang-orang Kristen yang hidup berkekurangan di Yudea. Pada pasal-pasal terakhir Paulus mengemukakan pembelaan dirinya mengenai kedudukannya sebagai rasul terhadap beberapa orang di Korintus yang menganggap diri sendiri rasul sejati, dan menuduh Paulus sebagai rasul palsu.
Isi
Pendahuluan 1:1-11
Paulus dan jemaat di Korintus 1:12–7:16
Sumbangan untuk orang-orang Kristen di Yudea 8:1–9:15
Pembelaan Paulus mengenai kekuasaannya sebagai rasul 10:1–13:10
Penutup 13:11-13

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia
Setelah Kabar Baik tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus mengemukakan bahwa hal itu tidak perlu — bahwa sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah provinsi Roma di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Allah, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi.
Surat Paulus Kepada Jemaat-jemaat di Galatia  ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan  oleh ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada  ajaran yang benar. Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ia berhak  disebut rasul Yesus Kristus. Dengan tegas Paulus mengatakan bahwa  panggilannya untuk menjadi rasul berasal dari Allah, bukan dari  manusia. Juga bahwa tugasnya ditujukan terutama sekali kepada  orang bukan Yahudi (1-2). Setelah itu Paulus membentangkan  pendiriannya bahwa hubungan manusia dengan Allah menjadi baik  kembali hanya melalui percaya kepada Allah (3-4). Di dalam pasal-pasal terakhir buku ini (5-6), Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen karena ia percaya  kepada Kristus, akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu  melakukan perbuatan-perbuatan Kristen.
Isi
Pendahuluan 1:1-10
Hak Paulus sebagai rasul 1:11–2:21
Kabar Baik tentang rahmat Allah 3:1–4:31
Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1–6:10
Penutup 6:11-18

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus
Dalam  Surat Paulus Kepada Jemaat di Efesus,  penulis menekankan Rencana Allah agar “Seluruh alam, baik  yang di surga maupun yang di bumi, menjadi satu dengan Kristus  sebagai kepala” (1:10). Surat ini merupakan juga seruan kepada  umat Allah supaya mereka menghayati makna rencana agung dari  Allah itu untuk mempersatukan seluruh umat manusia melalui Yesus  Kristus.
Di dalam bagian pertama surat Efesus ini dikemukakan bagaimana penyatuan itu terjadi. Untuk menjelaskan hal itu ia menceritakan bagaimana Allah Bapa telah memilih umat-Nya, bagaimana Allah melalui Yesus Kristus, Anak-Nya, mengampuni dan membebaskan umat-Nya dari dosa, dan bagaimana janji Allah itu dijamin oleh  Roh Allah. Di dalam bagian kedua, diserukan kepada para  pembacanya supaya mereka hidup rukun agar kesatuan mereka sebagai  umat yang percaya kepada Kristus dapat terlaksana.
Untuk menunjukkan bahwa umat Allah sudah menjadi satu karena bersatu dengan Kristus, penulis memakai beberapa kiasan. Jemaat adalah seperti tubuh dengan Kristus sebagai kepalanya, atau seperti sebuah bangunan yang batu sendinya ialah Kristus, atau seperti seorang istri dengan Kristus sebagai suaminya. Penulis sangat terharu ketika mengingat akan rahmat Allah melalui Kristus, sehingga ungkapan-ungkapan yang dipakainya dalam suratnya menunjukkan bahwa hatinya makin meluap dengan perasaan syukur dan pujian kepada Tuhan. Segala sesuatu ditinjaunya dari segi kasih Kristus, dari segi pengurbanan-Nya, pengampunan-Nya, kebaikan hati-Nya dan kesucian-Nya.
Isi
Pendahuluan 1:1-2
Kristus dengan gereja-Nya 1:3–3:21
Kehidupan yang baru sebagai orang Kristen 4:1–6:20
Penutup 6:21-24

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi
Jemaat di Filipi adalah jemaat pertama yang didirikan Paulus di Eropa. Filipi terletak di Makedonia, sebuah provinsi kerajaan Roma.   Surat Paulus Kepada Jemaat di Filipi  ini ditulis ketika Paulus berada di penjara. Hatinya pada  saat itu cemas karena ada pekerja-pekerja Kristen yang  menentangnya. Juga karena di dalam jemaat di Filipi itu ada  orang-orang yang mengajarkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.  Meskipun demikian surat Paulus ini bernada gembira dan penuh  harapan. Apa sebabnya demikian? Tidak lain hanyalah karena Paulus  percaya sekali kepada Kristus.
Paulus menulis surat ini karena pertama-tama ia mau mengucap terima kasih kepada jemaat di Filipi atas pemberian yang telah diterimanya dari mereka ketika ia berada dalam kesukaran. Dan dalam kesempatan ini pula ia ingin memberi dorongan kepada mereka supaya mereka berani dan tabah dalam menghadapi kesukaran. Ia minta dengan sangat supaya mereka rendah hati seperti Yesus, dan tidak dikuasai oleh perasaan angkuh dan mementingkan diri sendiri. Ia mengingatkan mereka bahwa hanya karena rahmat Allah sajalah, Allah membuat mereka bersatu dengan Kristus berdasarkan percaya mereka kepada-Nya, bukan karena mereka taat menjalankan upacara-upacara agama yang ditentukan dalam hukum agama Yahudi. Selanjutnya Paulus menulis juga tentang kegembiraan dan sejahtera yang diberikan Allah kepada orang-orang yang hidup bersatu dengan Kristus.
Ciri khas surat ini ialah tekanannya pada kegembiraan, keteguhan hati, kesatuan, dan ketabahan orang Kristen dalam mempertahankan percayanya kepada Kristus dan dalam menjalani hidup sebagai orang Kristen. Surat ini menunjukkan juga betapa cintanya Paulus kepada jemaat di Filipi itu.
Isi
Pendahuluan 1:1-11
Keadaan Paulus sendiri 1:12-26
Kehidupan orang Kristen 1:27–2:18
Rencana untuk Timotius dan Epafroditus 2:19-30
Peringatan terhadap musuh-musuh dari luar dan dari dalam 3:1–4:9
Paulus dan kawan-kawannya di Filipi 4:10-20
Penutup 4:21-23

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose
Kolose adalah sebuah kota di Asia Kecil, sebelah timur kota Efesus. Bukan Paulus yang mendirikan jemaat di Kolose ini, tetapi ketika ia mengutus pekerja-pekerja dari Efesus, ibukota sebuah provinsi Roma di Asia Kecil, ia merasa bertanggung jawab juga atas jemaat di Kolose itu. Paulus sudah menerima berita bahwa di dalam jemaat itu ada guru-guru yang mengajar ajaran-ajaran yang salah. Guru-guru itu berkeras bahwa untuk mengenal Allah dan diselamatkan dengan sempurna, orang harus menyembah “roh-roh yang menguasai dan memerintah semesta alam”. Di samping itu, kata guru-guru itu, orang haruslah pula taat menjalankan peraturan-peraturan sunat, pantangan dan lain sebagainya.
Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose  ini ditulis untuk mengemukakan ajaran Kristen yang benar dan  menentang ajaran-ajaran salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu  itu. Inti sari surat ini ialah bahwa Yesus Kristus sanggup  memberi keselamatan yang sempurna dan bahwa ajaran-ajaran yang  lainnya itu hanya menjauhkan orang dari Kristus. Melalui Kristus,  Allah menciptakan dunia ini, dan melalui Kristus pula Allah  menyelamatkannya. Hanyalah melalui bersatu dengan Kristus, dunia  mempunyai harapan untuk diselamatkan. Selanjutnya Paulus  menguraikan hubungan antara ajaran yang agung itu dengan  kehidupan orang Kristen.
Perlu dikemukakan di sini bahwa Tikhikus — yang membawa surat ini ke Kolose untuk Paulus — ditemani oleh Onesimus, hamba yang disuruh oleh Paulus untuk kembali kepada tuannya, yaitu Filemon, seorang anggota jemaat di Kolose.
Isi
Pendahuluan 1:1-8
Sifat dan peranan Kristus 1:9–2:19
Hidup baru yang dialami orang-orang Kristen 2:20–4:6
Penutup 4:7-18

PENGANTAR Kitab Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Tesalonika
Tesalonika adalah ibukota Makedonia, sebuah provinsi kerajaan Roma. Jemaat di Tesalonika didirikan oleh Paulus setelah ia meninggalkan Filipi. Tetapi tidak lama sesudah itu, orang-orang Yahudi yang iri hati kepada Paulus mulai menentang usaha Paulus untuk memberitakan ajaran Kristen kepada orang-orang bukan Yahudi yang telah menunjukkan minat terhadap agama Yahudi. Terpaksalah Paulus meninggalkan Tesalonika dan pergi ke Berea. Kemudian setelah ia tiba di Korintus, ia menerima surat dari Timotius, kawan dan rekannya, tentang keadaan jemaat di Tesalonika.
Jadi,  Surat Paulus Yang Pertama Kepada Jemaat di Tesalonika  ini ditulis untuk memberi dorongan dan keteguhan kepada mereka. Paulus bersyukur atas berita yang diterimanya tentang iman dan kasih mereka. Ia mengingatkan mereka mengenai kehidupannya sendiri ketika ia masih berada di tengah-tengah mereka. Setelah mengemukakan semuanya itu, Paulus menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Kalau seorang Kristen meninggal sebelum Kristus datang kembali, dapatkah orang itu menerima hidup yang kekal dan sejati dari Kristus? Kapankah Kristus akan datang? Paulus menasihatkan supaya mereka terus bekerja dengan tenang sambil menantikan kedatangan Kristus dengan penuh harapan.
Isi
Pendahuluan 1:1
Syukur dan pujian 1:2–3:13
Nasihat mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen 4:1-12
Penjelasan mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya 4:13–5:11
Nasihat-nasihat terakhir 5:12-22
Penutup 5:23-28

PENGANTAR Kitab Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Tesalonika
Kebingungan mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya masih terus menimbulkan persoalan-persoalan di dalam jemaat di Tesalonika.   Surat Paulus Yang Kedua Kepada Jemaat di Tesalonika ditulis untuk membereskan persoalan itu. Mereka berpendapat  bahwa saat Kristus datang untuk kedua kalinya sudah tiba.  Pendapat itu salah, kata Paulus. Sebab, sebelum Kristus kembali  ke dunia, kekejaman dan kejahatan di dunia akan memuncak dahulu  di bawah pimpinan seseorang yang dikenal sebagai “Manusia  Jahat” dan yang akan menentang Kristus.
Paulus menekankan kepada para pembacanya bahwa mereka perlu sekali bertahan dalam kepercayaan mereka kepada Kristus sekalipun hidup mereka sukar dan mereka harus menderita. Paulus menasihatkan supaya mereka masing-masing bekerja untuk nafkah mereka, sama seperti Paulus dan rekan-rekannya. Juga supaya mereka tekun berbuat baik.
Isi
Pendahuluan 1:1-2
Pujian dan anjuran 1:3-12
Penjelasan tentang kedatangan Kristus ke dunia untuk kedua kalinya 2:1-17
Nasihat mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen 3:1-15
Penutup 3:16-18

PENGANTAR Kitab Surat Paulus yang Pertama kepada Timotius
Timotius adalah seorang Kristen yang masih muda di Asia Kecil, yang telah menjadi kawan dan pembantu Paulus dalam pekerjaan Paulus. Ayah Timotius seorang Yunani dan ibunya Yahudi. Dalam  Surat Paulus Yang Pertama Kepada Timotius, dibentangkan tiga  hal yang ada sangkut pautnya satu sama lain.
Pertama-tama ialah peringatan kepada Timotius terhadap ajaran-ajaran salah yang terdapat di dalam jemaat. Ajaran-ajaran itu merupakan campuran faham Yahudi dan faham bukan Yahudi berdasarkan kepercayaan bahwa semesta alam sudah jahat, dan keselamatan hanya dapat diperoleh kalau orang mempunyai pengetahuan tentang rahasia tertentu, dan mentaati peraturan-peraturan seperti misalnya peraturan tidak boleh kawin,  pantang makanan-makanan tertentu dan lain sebagainya.
Kedua, ialah petunjuk-petunjuk kepada Timotius mengenai pengurusan jemaat dan mengenai ibadat. Dijelaskan baginya sifat-sifat orang yang boleh menjadi penilik dan pembantu jemaat. Akhirnya Timotius diajar mengenai bagaimana ia dapat menjadi seorang hamba Yesus Kristus yang baik dan mengenai tanggung jawabnya terhadap setiap golongan orang yang menjadi anggota jemaat.
Isi
Pendahuluan 1:1-2
Petunjuk-petunjuk mengenai jemaat dan para pengurusnya 1:3–3:16
Petunjuk-petunjuk kepada Timotius mengenai pekerjaannya 4:1–6:21

PENGANTAR Kitab Surat Paulus yang Kedua kepada Timotius
Surat Paulus Yang Kedua Kepada Timotius  sebagian besar berisi nasihat-nasihat pribadi kepada Timotius  sebagai teman sekerja dan pembantu yang masih muda. Inti  nasihatnya ialah supaya Timotius tabah. Ia dinasihati dan  didorong supaya terus setia menyebarkan berita tentang Tuhan  Yesus Kristus serta berpegang pada Perjanjian Lama dan ajaran  tentang Kabar Baik dari Allah; juga supaya Timotius tetap  bertugas sebagai guru dan pemberita Kabar Baik dari Allah,  sekalipun menghadapi penderitaan dan pertentangan.
Timotius khusus diperingatkan supaya tidak turut campur dalam perdebatan-perdebatan yang bodoh dan tak bernilai. Perdebatan-perdebatan seperti itu tidak menghasilkan apa-apa, kecuali merusak pikiran orang yang mendengarnya.
Terhadap semuanya itu Timotius diingatkan supaya mengambil contoh dari kehidupan Paulus — yaitu kepercayaannya kepada Kristus, kesabarannya, kasihnya, ketabahannya dan penderitaan yang dialaminya dalam penganiayaan.
Isi
Pendahuluan 1:1-2
Pujian dan dorongan 1:3–2:13
Nasihat dan peringatan 2:14–4:5
Keterangan tentang keadaan Paulus 4:6-18
Penutup 4:19-22

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Titus
Titus adalah seorang bukan Yahudi yang sudah masuk agama Kristen lalu menjadi teman sekerja dan pembantu Paulus dalam pekerjaannya. Surat ini ditujukan kepada Titus yang pada waktu itu berada di Kreta karena telah ditinggalkan di sana oleh Paulus untuk mengurus jemaat di sana. Ada tiga hal yang dikemukakan di dalam surat ini.
Pertama, Titus diingatkan mengenai sifat-sifat orang yang boleh menjadi pemimpin jemaat. Hal itu dikemukakan terutama karena kelakuan orang-orang di Kreta banyak yang jahat. Kedua, Titus dinasihati mengenai bagaimana seharusnya ia mengajar setiap golongan orang yang menjadi anggota jemaat itu, yaitu golongan laki-laki dan wanita yang sudah tua (yang seharusnya mengajar pula orang-orang yang lebih muda dari mereka), golongan orang-orang muda, dan golongan hamba-hamba. Akhirnya Titus diajar mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen. Yang paling penting ialah bahwa orang Kristen harus peramah dan suka damai, jangan membenci orang, jangan suka bertengkar atau menimbulkan perpecahan.
Isi
Pendahuluan 1:1-4
Pemimpin-pemimpin jemaat 1:5-16
Kewajiban pelbagai golongan orang di dalam jemaat 2:1-15
Nasihat dan peringatan 3:1-11
Penutup 3:12-15

PENGANTAR Kitab Surat Paulus kepada Filemon
Filemon adalah seorang Kristen terkemuka yang rupanya menjadi anggota jemaat di Kolose. Ia memiliki seorang hamba yang bernama Onesimus. Hamba itu telah lari dari Filemon, tuannya itu, kemudian entah bagaimana telah berkenalan dengan Paulus ketika Paulus berada di dalam penjara. Dengan bimbingan Paulus, Onesimus menjadi orang Kristen.
Surat Paulus Kepada Filemon  ini merupakan permohonan Paulus supaya Filemon mau berdamai  dengan Onesimus, hambanya itu, yang sedang disuruh pulang oleh  Paulus. Paulus minta supaya Filemon sudi menerima kembali  Onesimus bukan hanya sebagai hamba yang sudah dimaafkan, tetapi  juga sebagai sesama orang Kristen.
Isi
Pendahuluan 1-3
Kasih dan iman Filemon 4-7
Permintaan untuk Onesimus 8-22
Penutup 23-25

PENGANTAR Kitab Surat kepada Orang Ibrani
Surat Kepada Orang Ibrani ini ditujukan kepada sekelompok orang Kristen, yang karena terus-menerus mengalami tekanan, mungkin akan murtad dari kepercayaan mereka kepada Kristus. Penulis surat ini berusaha mendorong mereka supaya tetap percaya. Untuk itu ia menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah pernyataan Allah yang sempurna. Tiga perkara dikemukakan oleh penulis surat ini. Pertama, Yesus adalah Anak Allah — Anak yang kekal. Anak Allah itu menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa melalui ketabahan-Nya untuk menderita. Sebagai Anak Allah, Yesus lebih tinggi dari nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Ia pun lebih tinggi dari malaikat atau Musa sendiri. Kedua, Allah telah menyatakan Yesus sebagai imam abadi yang lebih tinggi daripada imam-imam dalam Perjanjian Lama. Ketiga, dengan perantaraan Yesus, orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari dosa dan dari ketakutan dan kematian. Sebagai Imam Agung, Yesus memberikan kepada manusia keselamatan sejati yang tidak dapat diberikan oleh upacara-upacara persembahan kurban dan upacara-upacara lainnya di dalam agama Yahudi. Upacara-upacara itu hanya dapat memberikan gambaran dari keselamatan sejati itu saja, lain tidak.
Dengan mengemukakan contoh-contoh iman dari tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah Israel (pasal 11), penulis surat ini menganjurkan para pembacanya supaya tetap setia. Di dalam pasal 12 ia mendorong mereka supaya terus setia sampai akhir, dengan hanya melihat pada Yesus. Ia mendorong mereka juga supaya tabah menderita dan tabah menanggung tekanan-tekanan dan penganiayaan terhadap diri mereka. Surat ini diakhiri dengan nasihat dan peringatan.
Isi
Pendahuluan: Kristus adalah pernyataan Allah yang sempurna 1:1-3
Kristus lebih tinggi dari malaikat 1:4–2:18
Kristus lebih tinggi dari Musa dan Yosua 3:1–4:13
Keistimewaan pekerjaan Kristus sebagai imam 4:14–7:28
Keistimewaan perjanjian Kristus 8:1–9:28
Keistimewaan kurban Kristus 10:1-39
Pentingnya iman 11:1–12:29
Nasihat dan penutup 13:1-25

PENGANTAR Kitab Surat Yakobus
Surat Yakobus ditujukan kepada “semua umat Allah yang tersebar di seluruh dunia”. Dengan memakai berbagai peribahasa, Yakobus memberikan di dalam suratnya ini sejumlah petunjuk dan nasihat yang praktis untuk orang Kristen mengenai kelakuan dan perbuatan Kristen. Dari pandangan Kristen ia menguraikan berbagai pokok seperti misalnya kekayaan dan kemiskinan, godaan, kelakuan yang baik, prasangka, iman dan perbuatan, ucapan-ucapan mulut, kebijaksanaan, pertengkaran, keangkuhan dan kerendahan hati, hal menyalahkan orang lain, membual, kesabaran, dan doa.
Surat ini menekankan bahwa dalam menjalankan agama Kristen, iman harus disertai perbuatan.
Isi
Pendahuluan 1:1
Iman dan kebijaksanaan 1:2-8
Kemiskinan dan kekayaan 1:9-11
Cobaan dan godaan 1:12-18
Mendengar dan berbuat 1:19-27
Peringatan supaya tidak membeda-bedakan orang 2:1-13
Iman dan perbuatan 2:14-26
Orang Kristen dan ucapan-ucapan mulutnya 3:1-18
Orang Kristen dan dunia 4:1–5:6
Berbagai-bagai petunjuk 5:7-20

PENGANTAR Kitab Surat Petrus yang Pertama
Surat Petrus Yang Pertama  ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang tersebar di seluruh bagian utara Asia Kecil. Mereka disebut “umat pilihan Allah”. Maksud utama surat ini ialah untuk menguatkan iman para pembacanya yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan karena percaya kepada Kristus. Petrus mengingatkan para pembacanya akan Kabar Baik tentang Yesus Kristus yang merupakan jaminan harapan mereka. Sebab, Yesus Kristus sudah mati, hidup kembali dan berjanji akan datang lagi. Atas dasar itu mereka hendaknya rela dan tahan menderita, sambil menyadari bahwa penderitaan mereka merupakan ujian apakah mereka betul-betul percaya kepada Kristus. Juga mereka harus yakin bahwa mereka akan dibalas oleh Tuhan pada saat Yesus Kristus kembali.
Di samping menguatkan iman para pembacanya yang sedang dalam kesukaran itu, Petrus meminta supaya mereka hidup sebagai pengikut-pengikut Kristus.
Isi
Pendahuluan 1:1-2
Nasihat supaya mengingat bahwa Allah menyelamatkan manusia1:3-12
Nasihat supaya hidup khusus untuk Allah 1:13–2:10
Kewajiban orang Kristen dalam masa penderitaan 2:11–4:19
Kerendahan hati dan pelayanan orang Kristen 5:1-11
Penutup 5:12-14

PENGANTAR Kitab Surat Petrus yang Kedua
Surat Petrus Yang Kedua  ini ditujukan kepada seluruh umat Kristen yang mula-mula.  Surat ini ditulis terutama untuk menentang pekerjaan guru-guru  yang mengajarkan hal-hal yang salah, dan juga untuk memberantas  perbuatan-perbuatan tak patut yang dihasilkan oleh ajaran guru-guru itu. Supaya tidak dipengaruhi oleh ajaran-ajaran itu,  orang Kristen harus berpegang kepada ajaran yang benar tentang Allah dan tentang Yesus Kristus — yaitu ajaran yang disampaikan  oleh orang-orang yang telah menyaksikan dan mendengar sendiri Yesus mengajar.
Yang terutama dirisaukan dalam surat ini ialah orang-orang yang mengajar bahwa Kristus tidak akan datang lagi untuk kedua kalinya. Surat ini menerangkan bahwa kedatangan Kristus itu nampaknya lambat karena Allah “tidak mau seorang pun binasa. Ia ingin supaya semua orang bertobat dari dosa-dosanya”.
Isi
Pendahuluan 1:1-2
Panggilan Allah kepada orang Kristen 1:3-21
Guru-guru palsu 2:1-22
Kedatangan Kristus untuk kedua kali 3:1-18

PENGANTAR Kitab Surat Yohanes yang Pertama
Surat Yohanes Yang Pertama   ditulis dengan dua maksud. Pertama, untuk memberi dorongan  kepada para pembacanya supaya mereka hidup bersatu dengan Allah  dan Anak-Nya Yesus Kristus. Kedua, untuk mengingatkan mereka  supaya tidak mengikuti ajaran-ajaran salah yang dapat merusak  kesatuan mereka dengan Allah dan Yesus Kristus. Ajaran-ajaran  yang salah itu didasarkan atas kepercayaan bahwa apa saja yang  bersentuhan dengan dunia, menghasilkan yang jahat; jadi, Yesus  Anak Allah, tidak mungkin telah menjadi manusia. Guru-guru yang  mengajarkan ajaran-ajaran yang salah itu berkata bahwa  diselamatkan berarti dilepaskan dari urusan-urusan kehidupan di  dunia ini; mereka mengajar juga bahwa keselamatan tidak ada  hubungannya dengan hal-hal mengenai kesusilaan atau kasih  terhadap sesama manusia.
Pertentangan dengan ajaran-ajaran itu, penulis surat ini mengemukakan dengan jelas bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh sudah menjadi manusia sejati. Ia menekankan juga bahwa semua orang yang percaya kepada Yesus serta mengasihi Allah harus pula mengasihi satu sama lain.
Isi
Pendahuluan 1:1-4
Terang dan gelap 1:5–2:29
Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis 3:1-24
Yang benar dan yang salah 4:1-6
Kewajiban untuk mengasihi 4:7-21
Kepercayaan yang membawa kemenangan 5:1-21

PENGANTAR Kitab Surat Yohanes yang Kedua
Surat Yohanes Yang Kedua  ini ditulis oleh “pemimpin jemaat” kepada “Ibu yang  dipilih oleh Allah” dan kepada anak-anaknya yang dicintai.  Mungkin yang dimaksud dengan “Ibu dan anak-anaknya” ialah  sebuah jemaat dan anggota-anggotanya.
Dalam suratnya yang pendek ini penulis surat ini meminta dua hal kepada pembacanya. Pertama, supaya mereka mengasihi satu sama lain. Kedua, supaya mereka waspada terhadap guru-guru palsu dan ajaran-ajaran guru-guru itu.
Isi
Pendahuluan 1-3
Pentingnya kasih 4-6
Peringatan terhadap ajaran-ajaran yang salah 7-11
Penutup 12-13

PENGANTAR Kitab Surat Yohanes yang Ketiga
Surat Yohanes Yang Ketiga  ini ditulis oleh seorang “pemimpin jemaat” kepada seorang  pemuka jemaat yang bernama Gayus. Penulis surat ini memuji Gayus  karena bantuannya kepada orang-orang Kristen lainnya. Ia juga  memperingatkan Gayus terhadap seorang laki-laki bernama  Diotrefes.
Isi
Pendahuluan 1-4
Gayus dipuji 5-8
Diotrefes disalahkan 9-10
Demetrius dipuji 11-12
Penutup 13-15

PENGANTAR Kitab Surat Yudas
Surat Yudas ini ditulis untuk memperingatkan para pembacanya supaya waspada terhadap guru-guru palsu yang menyebut dirinya Kristen. Dalam surat yang pendek ini, yang isinya mirip dengan surat Petrus yang kedua, penulisnya memberi dorongan kepada para pembacanya supaya terus berjuang untuk iman.
Isi
Pendahuluan 1-2
Sifat, pengajaran dan nasib guru-guru palsu 3-16
Nasihat supaya tetap percaya 17-23
Doa pujian 24-25

PENGANTAR Kitab Wahyu kepada Yohanes
Wahyu Kepada Yohanes ini ditulis pada masa orang-orang Kristen ditekan dan dianiaya karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Maksud utama penulisnya ialah untuk memberi harapan serta semangat kepada para pembacanya, dan juga untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu dianiaya dan ditekan.
Isi buku ini sebagian besar terdiri dari beberapa rangkaian wahyu dan penglihatan yang dikemukakan dengan memakai bahasa perlambang yang dapat difahami artinya oleh orang-orang Kristen zaman itu, tetapi sulit dimengerti oleh orang-orang lain. Pokok pikiran yang dikemukakan dalam buku ini diulang-ulangi dalam bermacam-macam cara melalui berbagai-bagai rangkaian penglihatan. Meskipun terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai tafsiran yang terperinci tentang isi buku ini, namun inti sari pokok pikirannya jelas, yaitu bahwa melalui Kristus, Allah akhirnya akan mengalahkan semua musuh-Nya, termasuk Iblis. Dan apabila kemenangan itu sudah tercapai, Allah akan memberikan surga yang baru dan bumi yang baru sebagai hadiah kepada umat-Nya yang setia.
Isi
Pendahuluan 1:1-8
Penglihatan permulaan dan surat-surat kepada ketujuh jemaat 1:9–3:22
Gulungan buku dan tujuh segel 4:1–8:1
Tujuh trompet 8:2–11:19
Naga dan dua ekor binatang 12:1–13:18
Berbagai-bagai penglihatan 14:1–15:8
Tujuh wadah amarah Allah 16:1-21
Hancurnya Babel, kalahnya binatang, nabi palsu dan Iblis 17:1–20:10
Hukuman terakhir 20:11-15
Langit baru, bumi baru, Yerusalem baru 21:1–22:5
Penutup 22:6-21

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s